0 2 min 9 mths
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
3

Bakso bagi sebagian masyarakat pecinta kuliner sudah merupakan konsumsi yang umum dikenal. Makanan satu ini hampir disukai semua kalangan baik strata maupun usia.

Di antara sekian banyak pedagang bakso yang ada, baik standar kios atau pun warung tenda pinggir jalan dan bahkan sekelas pedagang gerobak pun, hampir dipastikan tidak pernah sepi peminat. 

Karena bakso sudah merupakan makanan yang amat sangat familiar dengan selera masyarakat Indonesia umumnya meski dengan beragam cara penyajian dan racikannya.

Namun ada satu hal yang membedakan dan merupakan pengecualian untuk bakso yang satu ini. Baik itu dari rasa maupun racikan dan penyajiannya.

Ya, Bakso Doa Ibu, itu nama warungnya.

Terletak di pinggir jalan Pasar Babakan Madang, Citeureup, warung ini sempat viral di berbagai medsos.

Kenapa? Ternyata sosok penjualnya yang lumayan cantik, bahkan mirip salah satu artis terkenal Indonesia. 

Ya, dia adalah Nur Fitriani, 27 tahun, nama penjual Bakso Tulang Iga yang menjadi viral karena kecantikannya dan rasa baksonya yang Lumayan recomended.

Wanita cantik berdarah Madura  Jawa ini bersuamikan seorang wiraswasta yang sekarang tinggal di Seattle USA.

Ketika penulis berkunjung ke sana mencicipi hidangan bakso dan es campur spesialnya, disambut sangat ramah dan supel oleh Nur, sapaan akrab penjualnya.

Nur berjualan sudah lebih kurang 10 tahun lamanya  bersama keluarga. Dengan didampingi Arkam, sang ayah, ia menjelaskan Bakso Doa Ibu setiap hari menghabiskan 40 kg tulang iga sapi yang merupakan primadona warung ini yakni Bakso Rusuk. 

Tak kurang 600 mangkok terjual per hari. Harga baksonya pun cukup terjangkau dengan rasa yang enak.

warung bakso ini buka setiap hari mulai pukul 10.00 sampai pukul 21.00 WIB dengan tetap mengikuti standar prokes dari pemerintah.

Pengunjung yang datang ke warung ini pun dari berbagai daerah bahkan ada yang sengaja datang dari Jakarta saking viralnya.

Mengakhiri pembicaraan, Nur masih belum memikirkan untuk membuka cabang di tempat lain. (Johan Setyawan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *