18/05/2022

Desra Percaya dalam acara Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara University of Nottingham, Universitas Airlangga, PT Tekno Karya Nusa (NUJEK), dan PT Nagara Sains Ekosistem (Nagara) tentang transfer teknologi untuk percepatan elektrifikasi transportasi di Jawa Timur, Senin (11/4) secara daring.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Klikpos.net/Surabaya – Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Inggris, Irlandia, dan International Maritime Organization (IMO), Desra Percaya, mengungkapkan bahwa Indonesia dan Inggris telah memiliki kerja sama bilateral bidang riset dan inovasi, terutama dalam hal penguatan transportasi berkelanjutan atau sustainable transportation.

“KBRI London mengapresiasi inisiatif pembangunan sistem layanan transportasi berbasis kendaraan bermotor listrik,” ucap Dubes Desra dalam keterangan Kemendikbudristek dikutip Kamis 14 April 2022.

Desra Percaya  mengungkapkan hal tersebut  dalam acara Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara University of Nottingham, Universitas Airlangga, PT Tekno Karya Nusa (NUJEK), dan PT Nagara Sains Ekosistem (Nagara) tentang transfer teknologi untuk percepatan elektrifikasi transportasi di Jawa Timur, Senin (11/4) secara daring.

Dubes Desra berharap, kerja sama tersebut akan melahirkan pusat riset unggul yang dapat menyokong pembangunan infrastruktur kendaraan listrik di Jawa Timur.

“Kami memohon agar Pemerintah Jawa Timur turut mendukung kolaborasi ini sehingga ekosistem riset yang berdampak luas bagi masyarakat dapat dijaga keberlangsungannya. KBRI London senantiasa siap mendukung kerja sama riset antara Inggris dan Indonesia. Semoga kerja sama ini dapat menawarkan keuntungan tekno-ekonomis kepada Indonesia, khususnya Jawa Timur,” ucap Dubes Desra.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, yang hadir dalam kesempatan ini, mengungkapkan bahwa kerja sama riset ini dapat meningkatkan daya saing dari industri-industri berbasis teknologi di Indonesia khususnya di Jawa Timur.

NUJEK yang juga terafiliasi dengan Nahdlatul Ulama, organisasi Islam terbesar di dunia, berpotensi memberikan dampak yang luar biasa bidang green economy apabila inovasi dapat diterapkan.

“Transportasi berbasis last-mile connection yang ditawarkan oleh NUJEK merupakan tulang punggung mobilitas masyarakat. Jawa Timur telah berkomitmen memberikan insentif fiskal bagi pengguna dan pembeli kendaraan bermotor berbasis listrik. Lewat kerja sama ini, elektrifikasi transportasi akan diaplikasikan kepada industri penyedia last-mile connection seperti NUJEK,” ucap Emil.

Baca Juga:  Pramuka Kota Bogor Juara Umum Lomba Kaligrafi dan Miniatur Masjid Tingkat Jabar

Adapun transportasi berbasis last-mile connection adalah moda transportasi yang langsung ke pengguna, yang memanfaatkan jarak dari tempat transit publik ke tempat tujuan, contohnya seperti ojek daring.

Pro-Vice Chancellor University of Nottingham, Robert Mokaya, mengungkapkan bahwa sustainable transportation adalah kunci bagi Indonesia dan Inggris dalam memenuhi Target Net Zero.

Pada kesempatan yang sama, Atase Pendidikan Dan Kebudayaan KBRI London, Khairul Munadi, mengharapkan agar kerja sama ini berdampak pada pemajuan riset nasional dan peningkatan ekonomi masyarakat.

“Semoga menjadi model dalam membangun ekosistem riset nasional yang ditopang oleh triple helix: academic, business, and government,”  imbuh Khairul.

Sementara itu, Chief Financial Officer NUJEK, Lukman Hakim, berujar bahwa NUJEK yang kini memiliki lebih dari 350 ribu pengguna amat menyambut baik kolaborasi lintas disiplin ini.

Perwakilan Board of Directors Nagara, Indarta Aji, menegaskan bahwa Nagara siap membantu menghilirisasi riset terkait teknologi kendaraan listrik dari universitas di Inggris dan Indonesia dan membantu penerapannya oleh industri strategis.

Wakil Rektor Universitas Airlangga, Muhammad Miftahussurur, menyambut baik kerja sama ini. “Merupakan sebuah kehormatan bagi Unair untuk ambil bagian dalam kolaborasi ini,” tuturnya.

Sinergi transnasional antara Inggris dan Indonesia ini turut dimotori oleh akademisi diaspora Indonesia yang menjabat sebagai Asisten Profesor di University of Nottingham, Inggris, Bagus Muljadi.

Merangkap sebagai Koordinator United Kingdom-Indonesia Consortium for Interdisciplinary Sciences (UKICIS), sebuah konsorsium tujuh universitas di Indonesia dan Inggris, Bagus menyatakan bahwa diaspora Indonesia memiliki peran sebagai katalis pertukaran ilmu pengetahuan antara Indonesia dan institusi di tempat masing-masing.

“Untuk mendukung pelaksanaan kerja sama ini, Dana Hibah RISPRO UKICIS yang baru saja diratifikasi oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dapat diakses oleh universitas-universitas di Indonesia yang ingin bekerja sama dengan institusi-institusi riset terbaik di Inggris,” ucap Bagus. (Taufik BS)