28/02/2024

Ilustrasi APK berupa baliho roboh diduga sebabkan kecelakaan telan korban tewas. (Pixabay/Klikpos).

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Klikpos.net – Pihak Kepolisian tengah menyelidiki kecelakaan lalu lintas yang menewaskan SR (18) warga Kedung Waringin, Sempor, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, diduga akibat alat peraga kampanye (APK) yang ambruk.

Kasi Humas Polres Kebumen AKP Heru Sanyoto di Semarang pada Jumat (12/1/2024) menyebutkan peristiwa yang terjadi pada 10 Januari 2024 tersebut ditangani oleh Satuan Lalu Lintas Polres Kebumen.

Peristiwa tersebut, kata dia, bermula saat korban SR (18) berboncengan menggunakan sepeda motor dengan temannya di Jalan Raya Kebumen-Banyumas, di wilayah Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Kebumen.

Ketika korban melintas dari arah timur ke barat, ada alat peraga kampanye berupa baliho roboh keterjang angin dan dia berusaya menghindarinya.

Nahas bagi korban tidak bisa menguasai kendaraan sehingga terjadi kecelakaan yang menewaskan korban.
“Korban meninggal akibat luka di bagian kepala,” kata Heru Sanyoto.

Sedangkan teman korban menderita luka-luka kemudian memperoleh perawatan di rumah sakit.

Menurut Heru Sanyoto, saata ini penyidik masih mengumpulkan bukti dan keterangan saksi dalam peristiwa tersebut serta berkoordinasi dengan Bawaslu setempat.

Sementgara itu atas kejadian tersebut Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jasra Putra meminta pemasangan alat peraga kampanye (APK) di ruang publik agar dievaluasi soal keamanannya.

KPAI, kata dia, melihat janganlah persoalan APK, seperti spanduk, baliho, dianggap sepele, karena risiko-nya kematian, “dan kita tahu tidak ada standar keamanan kalau memperhatikan aturan yang telah baku dalam pemasangan reklame dan media informasi publik,” kata Jasra Putra kepada wartawan di Jakarta, Jumat (12/1/2024).

Menurutnya, sejauh ini ada banyak kejadian terkait keberadaan APK yang merugikan ruang publik.
Diakuinya bahwa setiap pemerintah daerah memiliki aturan tentang pemasangan reklame dan media informasi di ruang publik, namun dengan menjamur-nya APK yang tidak memperhatikan standar keamanan dalam aturan tersebut, “menyebabkan korban terus berjatuhan sampai hari ini,” tandas Jasra Putra. (Adenan/Taufik)

 

Baca Juga:  HUT ke-22 APEKSI, Bima Arya Ajak Kepala Daerah Bangkitkan Ekonomi Lewat Produk Lokal

Sumber: ANT