17/05/2022
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Klikpos.net/Bogor – Kecamatan Tanah Sareal menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan 2023 secara virtual, Rabu (16/2/2022). Pada Musrenbang ini, Wali Kota Bogor, Bima Arya meminta fokus pada pembangunan infrastruktur di perbatasan wilayah.

“Kita ini ada di injury time RPJMD Bima Arya dan Dedie Rachim yang masa tugasnya akan berakhir pada April 2024 mendatang,” ujar Bima Arya.

Sehingga kata dia, apa yang dibicarakan, direncanakan, dan yang disepakati hari ini sangat menentukan apa yang bisa dilihat dan dirasakan kepada warga Kota Bogor di akhir 2023 atau mungkin di awal 2024. Jika kegiatan meleset maka banyak hal juga akan meleset.

“Kita sudah punya target-target di RPJMD, ada program prioritas, janji kampanye. Ini semua harus di review lagi agar target-targetnya bisa tercapai semua,” imbuhnya.

Ia menuturkan, ada tiga ranah yang difokuskan di periode kedua ini yakni pembangunan instruktur, kualitas hidup manusia, dan reformasi birokrasi. Ketiga ranah ini terlihat melalui angka. Angka IPM Kota Bogor di 2021 tertinggi di Jawa Barat berkat kerja keras semua.

“Di 2024 target-target ini tetap berjalan dengan baik dan tercapai. Mulai dari target penurunan angka stunting, angka ODF, angka lama sekolah, angka perbaikan daya beli, angka pengangguran dan lainnya,” imbuhnya.

Diakuinya, pekerjaan rumah di Tanah Sareal masih banyak. Berbeda dengan kecamatan lainnya. Ia ingin fokus pada infrastruktur di perbatasan wilayah. Jangan sampai ada jalan yang rusak, infrastruktur tidak diprioritaskan dan rumah tidak layak huni.

“Saya minta dan titip ini diakselerasikan. Tidak ada lagi di 2024 warga yang merasa di anak tirikan atau yang wilayahnya tidak tersentuh Pemkot Bogor. Jalan-jalan di pinggir kota atau perbatasan wilayah harus sama mulusnya dengan jalan-jalan di tengah kota. Termasuk juga hal yang diaspirasikan warga,” tegasnya.

Baca Juga:  Pembukaan Masa Sidang Ketiga, Bima-Dedie Halalbihalal ke DPRD

Bima Arya menilai, Tanah Sareal memiliki potensi yang bisa dimaksimalkan yakni Kampung Berisik dan Ecovarian di Sukaresmi. Ia ingin di 2024 sudah ada angka signifikan di dua kampung tematik tersebut.

“Saya minta laporan khusus tentang dua kampung tematik ini,” katanya. (Adenan M)