04/02/2023
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Klikpos.net/Bogor – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy bersama Wali Kota Bogor, Bima Arya turun langsung meninjau kondisi terkini lokasi bencana tanah longsor di Gang Barjo dan Gang Kepatihan, Kelurahan Kebon Kalapa, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Sabtu (22/10/2022).

Sebelum meninjau lokasi, Menko PMK di dampingi Bima Arya juga sempat melihat proses kerja bakti pembukaan akses jalan di lokasi bencana yang dilakukan warga bersama relawan dan petugas dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

Setibanya di titik lokasi bencana, Bima Arya langsung menjelaskan situasi dan kondisi saat terjadi bencana alam dan pasca terjadinya tanah longsor kepada Menko PMK.

Dari pengelihatan secara kasat mata dan dari apa yang dijelaskan oleh Bima Arya, Menko PMK Muhadjir mengatakan bahwa secara sekilas dirinya bisa menyimpulkan lokasi tersebut memang harus ada rekayasa lokasi, termasuk adanya kemungkinan pemindahan penduduk atau relokasi.

“Dan dari pak wali kota juga sudah menyiapkan lahan (untuk rencana membuat bangunan relokasi) yang sangat mungkin digunakan, tinggal nanti pembiayaannya akan kita atur dari pemerintah pusat melalui PUPR, nanti juga dari pemerintah provinsi dan juga dukungan dari Pemerintah Kota Bogor,” katanya.

Dalam masa tanggap darurat ini kata Muhadjir, pemerintah pusat sudah memberikan bantuan dan santunan kepada korban meninggal maupun mereka yang terdampak bencana alam.

Sementara itu, untuk hunian sementara, kata dia, pemerintah pusat melalui BNPB sudah menyiapkan anggaran agar para pengungsi bisa tinggal sementara di hunian sementara (huntara) di rumah kontrakan.

“Sehingga selama biaya dalam pengungsian ini menjadi tanggungan dari pemerintah, baik pemerintah kota, provinsi dan pusat karena pak wali sudah menetapkan sebagai tanggap darurat sampai Desember, sehingga selama itu pemerintah pusat akan turut membantu,” katanya.

Baca Juga:  Pemerintah Targetkan Angka Prevalensi Kekerdilan Di Bawah 14 Persen pada 2024

Di tengah proses upaya penanganan tanggap darurat ini, Menko PMK juga sudah membentuk tim untuk membantu menyelesaikan penanganan bencana jangka pendek, menengah dan jangka panjang.

“Ya, jadi mengkoordinasikan seluruh stakeholder, terutama dari unsur kementerian dan pemerintah yang ada di bawah koordinasi Menko PMK itu. Kalau dalam keadaan bencana begini ada Kemensos, Kemenkes, BNPB, infrastruktur PUPR. Ini sudah lengkap ada semua, kita koordinasinya tidak di meja tapi di lapangan. Setelah kita bagi-bagi tugas selesai mudah-mudahan dalam waktu dekat nanti dibawah komando pak wali kota semua bisa selesai,” katanya.

Saat mendampingi Menko PMK, Bima Arya juga memperlihatkan mapping situasi dan kondisi di lokasi bencana alam Gang Barjo dan Gang Kepatihan yang ada di samping pos pengungsian.

Di sana Bima Arya menjelaskan proses penanganan awal saat tanggap darurat, rencana penanganan jangka pendek, menengah dan jangka panjang.

Untuk jangka pendek katanya, Pemkot akan melakukan proses sodetan air sehingga air dari kali Cidepit itu bisa disalurkan melalui drainase yang layak agar tidak rembes dan menimbulkan persoalan-persoalan baru.

“Dan saya mint kosan-kosan di atas yang ternyata tidak memiliki IMB itu dibongkar dan mereka sudah menyanggupi, satu dua hari ini akan kita bongkar supaya alat berat bisa masuk dan kemudian dilakukan intervensi fisik penguatan penguatan (di titik lokasi bencana),” katanya.

Untuk jangka panjang kata Bima Arya, Pemkot sudah melakukan mapping di setiap kecamatan tentang keberadaan lahan yang berpotensi bisa digunakan untuk dibangun hunian.

Saat ini kata dia, Pemkot juga sedang melakukan pendataan secara menyeluruh se-Kota Bogor terkait keberadaan tempat
tinggal warga yang berada di lokasi rawan bencana

Baca Juga:  Presiden Jokowi: Informasi Intelijen Kunci Hadapi Instabilitas Global

“Tempat relokasi lahan kami siapkan tinggal kami lakukan pendataan mana yang darurat. Jadi ada kategori merah, hitam dan kuning. Hitam ini harus pindah mutlak tidak ada tawar menawar. Yang merah bertahap. Kuning dalam pengawasan dan edukasi,” jelasnya. (Adenan Manurung)