17/05/2022
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Klikpos.net/Bogor-Polresta Bogor Kota mengamankan 6 anggota organisasi masyarakat (ormas) yang bikin kisruh dengan menyerang kelompok lainnya di Tanah Sareal, Kota Bogor. Polisi merampas barang  bukti senjata tajam dan bom molotov dari tangan pelaku.

Hal tersebut diungkapkan Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro dalam konferensi pers di Mapolres, Sabtu (27/3/2021).

Hadir dalam kesempatan itu Wakil Walikota Bogor Dedie Rachim, Dandim 0606/Kota Bogor Kolonel Inf Roby Bulan S,  Dandenpom III/1 Bogor  Letkol CPM Sutrisno dan   Wakapolresta Bogor Kota AKBP M. Arsal Sahban.

Dalam keterangannya Kapolres menyebutkan keenam anggota ormas tersebut masing-masing berinisial SP, TS, MR, SR, OI dan HH.

“Kami telah menangkap 6 orang, 4 adalah pelaku pengerusakan terhadap ormas lain dengan barang bukti berupa senjata tajam. Yang berikutnya 2 orang pelaku lainnya inisial OI dan HH ini kami kategorikan sebagai provokator,” kata Susatyo.

Dikatakan, peristiwa bermula adanya video viral berupa aksi sweeping dari salah satu ormas di wilayah Kota Bogor pada Rabu 24 Maret 2021 yang membuat keonaran dengan melakukan perusakan posko ormas lainnya.

“Para pelaku ini membakar atribut dan penyerangan kepada ormas lain. Kami berusaha menelurusi jejak digitalnya, ternyata otak dari kejadian pada hari Rabu itu adalah oleh HH,” jelas Susatyo.

Alasan ormas tersebut melakukan penyerangan karena mendapat informasi kelompoknya telah diserang oleh ormas lain di wilayah Bandung. Lalu, HH dan OI sebagai provokator mengumpulkan teman-temannya untuk sweeping dan penyerangan.

“Jadi OI dan HH ini adalah kami kategorikan sebagai provokator yang menurut teman-temannya untuk beraksi atas kejadian yang terjadi di wilayah Bandung. Tersangka ditangkap di tempat yang sama di poskonya di Kayumanis, Kota Bogor,” ungkapnya.

Baca Juga:  Maknai HUT Ke-76 Kemerdekaan RI, Bupati Bogor Akan Fokus Perbaiki Sektor Riil Yang Lesu

Barang bukti yang disita berupa 6 bilah senjata tajam, 3 buah bom molotov, 6 tonglat kasti, ketapel dan lainnya. Para pelaku dijerat dengan Pasal 170 KUHP dan Pasal 160 KUHP ancaman hukuman 5 tahun penjara serta Pasal 2 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 ancaman maksimal 10 tahun penjara.

Untuk mencegah kejadian serupa, Susatyo meminta kepada seluruh ormas di wilayahnya untuk tidak memasang spanduk di tempat-tempat umum karena simbol-simbol tersebut kerap memicu kisruh antar ormas.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengapresiasi langkah cepat penegakan hukum yang dilakukan jajaran Polresta Bogor Kota secara masif dalam melakukan berbagai operasi Kamtibmas yang berdampak kepada kenyamanan dan keamanan warga Kota Bogor.

“Kami minta kepada pimpinan ormas untuk merubah pola kerja, menekankan untuk tidak unjuk kekuatan namun melakukan berbagai kegiatan yang lebih positif dan bermanfaat untuk semua,” tutur Dedie.

Pemkot Bogor juga mengapresiasi atas kinerja Unsur Keamanan (Polresta Bogor Kota, Kodim 0606/ Kota Bogor, Denpom III/ 1 Bogor ) yang telah berhasil menjaga kota Bogor aman dan nyaman.

Pemkot juga mengimbau kepada warga Kota Bogor untuk bersama- sama menjaga kondusifitas di wilayahnya serta tetap menaati aturan – aturan  agar Kota Bogor nyaman dan aman. (Alnieno)