03/06/2026
Picsart_26-06-02_04-30-51-581

Jajaran FPK Kab. Bogor bersama Wakil Bupati Bogor H. Ade Ruhendi (berjas), usai mengikui Hari Lahir Pancasila di TMP Pondok Rajeg, Cibinong, Senin (1/6/2026) (foto: Dok. FPK).

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
96

Klikpos.net-  Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026, Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Bogor berkomitmen terus menggalang persatuan bangsa dan merawat kebhinekaan khususnya di Kabupaten Bogor dan umumnya di Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan Ketua FPK Kab. Bogor H. Tb Enung Sutisna saat dihubungi usai peringatan Hari Lahir Pancasila Tingkat Kabupaten bersama Bupati, Wakil Bupati dan Forkopimda, di Taman Makam Pahlawan (TMP) Pondok Rajeg, Cibinong, Senin (1/6/2026).

“Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila ini, kami terus berkomitmen menjaga dan mengawal negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan merawat perbedaan antar suku ras yang ada di Kabupaten Bogor,” kata H. Tb Enung Sutisna.

Seiring dengan itu anggota FPK Kab. Bogor, Adenan Manurung menyebutkan, “Kabupaten Bogor merupakan penyangga daerah khusus ibukota Jakarta yang sangat rentan dengan provokasi ke arah perpecahan. Untuk itu peringatan Hari Lahir Pancasila ini bisa jadi momentum merawat kebhinekaan demi persatuan bangsa, khususnya di Kabupaten Bogor,” kata Adenan Manurung sambil menambahkan bahwa ada sekitar 28 perwakilan etnis yang ada di FPK Kabupaten Bogor.

Sementara itu Diskominfo Kab. Bogor dalam rilisnya menyebukan, Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan bahwa Hari Lahir Pancasila menjadi momentum untuk mengingat kembali perjuangan para pendiri bangsa yang telah merumuskan Pancasila pada 1 Juni 1945, jauh sebelum Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945.

“Pancasila merupakan landasan dan fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Negara kita menjunjung tinggi nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan, dan persatuan. Persatuan adalah benteng pertahanan terakhir bangsa, sementara perpecahan merupakan musuh utama yang harus kita hindari bersama,” ujar Rudy Susmanto.

Ia menambahkan, setiap kebijakan dan langkah pembangunan harus berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Menurutnya, Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga menjadi pedoman dalam mewujudkan perdamaian, keharmonisan, serta kesejahteraan masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Rudy juga mengajak generasi muda untuk menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam mencintai tanah air dan menghargai jasa para pahlawan.

“Bendera Merah Putih bukan sekadar simbol negara, tetapi lambang kehormatan dan persatuan bangsa Indonesia. Generasi muda harus memahami bahwa kemerdekaan diraih melalui perjuangan panjang, pengorbanan, air mata, darah, dan nyawa para pahlawan yang mempertahankan kedaulatan bangsa,” tegasnya.

Rudy juga mengaitkan semangat Hari Lahir Pancasila dengan momentum Hari Jadi Bogor ke-544. Menurutnya, Kabupaten Bogor dibangun oleh para pendahulu, tokoh, dan sesepuh yang telah mengabdikan diri selama ratusan tahun.

“Kami menyadari bahwa Kabupaten Bogor yang kita nikmati hari ini merupakan hasil perjuangan para pendahulu. Saya bersama Wakil Bupati Ade Ruhandi memiliki tugas untuk melanjutkan dan menyempurnakan pembangunan Kabupaten Bogor dengan tetap berlandaskan nilai-nilai Pancasila, demi mewujudkan Bogor yang lebih maju, aman, dan sejahtera,” ungkapnya.

Sementara itu, Danlanud ATS yang bertindak sebagai inspektur upacara Marsma TNI A. F. Picaulima Pancasila memiliki makna yang sangat penting sebagai dasar dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hal tersebut sejalan dengan pesan yang disampaikan oleh Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dalam peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini.

Menurutnya, masyarakat Indonesia perlu terus memahami sejarah lahirnya Pancasila serta mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari.

“Makna Pancasila sangat penting bagi kita. Kita juga memahami bagaimana proses lahirnya Pancasila hingga menjadi dasar negara yang mempersatukan bangsa Indonesia,” ujarnya.

Upacara berlangsung khidmat sebagai bentuk penghormatan terhadap lahirnya Pancasila yang menjadi dasar negara sekaligus fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara. (Fik)