15/06/2024
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Klikpos.net/Bogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menggencarkan imunisasi polio bagi bayi usia 0 bulan sampai 59 bulan. Hal ini bukan tanpa alasan, pasalnya di Kabupaten Purwakarta ditemukan tujuh kasus anak terkena polio dan membuat Jawa Barat dinyatakan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

“Karena itu kami bergerak cepat walaupun belum dinyatakan ada temuan polio di Kota Bogor,” ujar Wali Kota Bogor, Bima Arya usai menghadiri imunisasi polio di Posyandu Anggrek, Cilendek Timur, Kota Bogor, Jumat (7/4/2023).

Pihaknya menargetkan imunisasi polio bisa mencapai 95 persen yang mana saat ini capaiannya baru 45 persen. Tak ayal, imunisasi polio ini tidak hanya akan dilakukan di posyandu dan puskesmas saja, namun juga di seluruh wilayah Kota Bogor dengan melakukan jemput bola.

“Bagi anak-anak yang belum maka akan didatangi untuk menjangkau 84.983 anak se-Kota Bogor sembari memberikan edukasi kepada orangtuanya terkait penularan penyakit polio,” jelasnya.

Ia menjelaskan, penyakit polio ini mirip dengan virus lainnya seperti Covid-19. Penularan bisa melalui makanan, pergaulan sehari-hari, lewat kotoran atau feses.
Untuk itu, sebelum hari raya lebaran pihaknya ingin mengejar capaian signifikan yakni bisa diatas 60 persen sampai akhirnya tercapai 95 persen.

“Kami minta posyandu dan puskesmas didorong camat, lurah, untuk jemput bola. Jangan cuma menunggu tapi datangi rumahnya, karena mungkin saja ada kendala orangtua tidak bisa mengantar anaknya imunisasi,” terangnya.

Pemberian imunisasi polio pun terbilang sederhana, anak-anak diberikan dua tetes vaksin polio. Tak hanya itu, vaksin polio ini juga dinyatakan halal karena mencegah mudharat yang lebih besar. Apalagi penyakit polio ini belum ada obatnya.

Baca Juga:  Sekda Bogor Ajak Pengelola Desa Wisata se-Kabupaten Bogor Sinergi Memajukan Desa

Sementara jika sudah terjangkit bisa mengalami kelumpuhan, cacat sampai meninggal dunia karena menyerang urat pernafasan dengan sangat mendadak dan cepat.

“Penyakit ini banyak menyerang balita dan daripada beresiko lebih baik diberikan imunisasi polio. Kegiatan imunisasi ini akan berlangsung dua putaran, yakni di bulan ini sampai 14 April kemudian dilanjut bulan depan,” kata Bima Arya. (Adenan M)