09/10/2026
IMG-20261008-WA0003
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Klikpos.net – Sarana prasarana SDN Cirimekar 01 Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor dinilai kurang memadai meski sudah memanfaatkan dana BOSP.

Hal itu misalnya terlihat dari plafon ruangan kantor yang rusak berikut papan informasi rekapitulasi penggunaan dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) tahun 2026 yang dipasang dengan bahan kertas, bukan papan pengumuman lebih permanen seperti biasanya.

Selain itu, nama ketua komite sekolah tidak tercantum sehingga menjadi sorotan warga masyarakat. Sebab meski Tidak wajib secara spesifik mencantumkan nama Ketua Komite Sekolah, namun pencantumannya akan memperkuat transparansi dan akuntabilitas.

Sementara itu menurut aturan terbaru, yang diwajibkan adalah tanda tangan atau lembar persetujuan bersama antara Kepala Sekolah, Bendahara, dan Ketua Komite Sekolah pada dokumen perencanaan/realisasi sebelum dipublikasikan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Sekolah SDN Cirimekar 01, Wandi menyebutkan plafon hanya lepas.

“Plafon bukan rusak hanya lepas pakunya, itu pun akan kami perbaiki.Bahan kertas rekapitulasi realisasi penggunaan dana BOSP akan kami ganti lagi,” ujar Wandi kepada Klikpos.net di ruang kerjanya, Rabu (7/10/2026).

Terkait nama ketua komite tidak tercantum di papan informasi realisasi penggunaan dana BOS tahap 1 tahun 2026, Wandi mengatakan pada saat ditempel lupa mencantumkan nama ketua ketua komite sekolah di papan informasi rekapitulasi realisasi dana BOSP tahap 1 tahun 2026 itu.

“Ketua komite sekolah yang lama sudah di ganti.Untuk tahap berikutnya nama ketua komite yang baru akan kami cantumkan di papan informasi penggunaan dana BOSP tahap berikutnya, sekalian bahan kertas rekapitulasi kami ganti dengan bahan triplek seperti di sekolah yang lain,” katanya.

 

Kasek SDN 01 Cirimekar, Wandi (Riz).

Lebih jauh Wandi menambahkan, pihaknyai memanfaatkan dana BOSP tahap 1 sampai pada tahap 2 pada tahun 2026 jumlahnya sekitar dua ratus lima puluh satu juta ( 251.000.000 dengan jumlah semua murid di sekolah sekitar 250 orang.

“Dana BOSP sudah kami manfaatkan untuk pengecatan gedung sekolah, belanja fasilitas perpustakaan seperti rak tempat barang-barang kantor perpustakaan juga untuk keperluan belanja buku dan lain-lain,” ujarnya.

“Setiap penggunaan dana BOSP di lingkungan sekolah, kami mengadakan rapat musyawarah bersama anggota komite sekolah,” tandasnya. (Rizal)