23/05/2024
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Klikpos.net/Sumedang -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tengah serius menangani persoalan stunting. Berbagai upaya dilakukan termasuk melakukan studi komparatif ke Kabupaten Sumedang. Memimpin jajaran kepala dinas melakukan studi tiru ke Kabupaten Bogor, Plt. Bupati Bogor, Iwan Setiawan diterima langsung Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, di Gedung Negara, Kabupaten Sumedang, Selasa (7/2).

Hadir pada kegiatan tersebut, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Kepala Bappedalitbang, perwakilan Dinas Sosial, beserta jajaran Direktur RSUD se-Kabupaten Bogor.

Untuk diketahui, Kabupaten Sumedang menjadi kabupaten dengan angka stunting terendah se-Indonesia. Keberhasilan menurunkan angka stunting ini diapresiasi Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Pada beberapa kesempatan, Presiden meminta kabupaten dan kota di Indonesia belajar ke Kabupaten Sumedang.

Plt. Bupati Bogor, Iwan Setiawan mengungkapkan, saya bersama jajaran Pemkab Bogor belajar dan melakukan kerjasama antar dua daerah khususnya dalam upaya penanganan masalah stunting. Saya tugaskan jajaran kepala dinas untuk menggali informasi dan mempelajari bagaimana Sumedang bisa berhasil, hal ini tentunya sebagaimana arahan bapak Presiden Jokowi.

“Kami tengah serius menangani persoalan stunting di Kabupaten Bogor, dan kami belajar ke Kabupaten Sumedang yang sukses dalam penanganan stunting, dengan menggunakan sistem aplikasi terintegrasi Simpati,” ujar Iwan Setiawan.

Iwan menambahkan, kami ingin penanganan stunting di Kabupaten Bogor lebih terintegrasi dan terukur, supaya penanganan stunting setiap tahunnya bisa efektif dan menurunkan angkanya. Harapannya tentu Kabupaten Bogor bisa bebas stunting.

Baca Juga:  Peringati HUT Agraria dan Tata Ruang, Plt. Bupati Bogor Ingatkan Pentingnya PTSL

Pada kesempatan tersebut, Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir membagikan pengalamannya dalam menurunkan angka stunting di Sumedang. Ia menjelaskan, Alhamdulillah hari ini lima daerah bertemu di Sumedang, demi meningkatkan pelayanan kita kepada masyarakat. Kita sama-sama belajar, jadi sifatnya berbagi pengalaman, tidak untuk menggurui.

“Kabupaten Sumedang berhasil menurunkan angka stunting dari 32,27 persen pada tahun 2018 hingga menjadi menjadi 8,27 persen di tahun 2022. Keberhasilan penurunan stunting secara signifikan tersebut terjadi karena dukungan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE),” jelas Dony.

Dony menerangkan, dengan menggunakan platform aplikasi Simpati menghubungkan berbagai pemangku kepentingan mulai dari kader Posyandu untuk melakukan pencatatan pemeriksaan berat badan dan tinggi anak, pimpinan daerah, Puskesmas, desa, dan dinas terkait lainnya untuk mendapatkan laporan terkait dengan stunting. Masyarakat juga dapat memanfaatkan aplikasi ini untuk melakukan pengecekan status gizi anak.

“Sensus dilakukan oleh kader Posyandu yang terlatih, dan semua diukur. Jadi coverage nya 97 persen. Kader posyandu terlatih, alatnya tepat sesuai standar dan mampu mengaplikasikan aplikasi Simpati,” terang Dony.

Hadir pula pada studi tiru tersebut, Bupati Kaur Provinsi Bengkulu, Bupati Humbang Hasundutan Provinsi Sumatera Utara, dan Sekretaris Daerah Kabupaten Gunungkidul Provinsi DIY beserta jajarannya masing-masing. (Adenan Manurung)