Walikota Bandung, Muhammad Farhan, gelar silaturahmi dengan tokoh agama dalam rangka Natal tahun 2025 (Ist).
Klikpos.net – Walikota Bandung, Muhammad Farhan, menggelar acara silaturahmi dengan para tokoh agama Kristen dan Katolik se-Kota Bandung dalam rangka menyambut Hari Raya Natal tahun 2025. Acara ini dilaksanakan pada Kamis, 11 Desember 2025, bertempat di Pendopo Kota Bandung Utama.
Pertemuan ini bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan dan sinergitas antara pemerintah kota dengan komunitas Kristiani menjelang perayaan besar ‘Natal’.
Sejumlah tokoh penting dari berbagai organisasi keagamaan Kristen & Khatolik turut hadir dalam pertemuan tersebut, antara lain:
• Pdt. Yosafat Simatupang, Ketua Persatuan Gereja-Gereja Indonesia Setempat (PGIS) Kota Bandung.
•Ahmad Suherman, dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).
• Ps. Yohanes Surono, OSC (Paroki Pandu Bandung)
• Ev. Ruddy Wijaya, mewakili Jaringan Doa Sekota Bandung (JDS) dan Persatuan Wartawan Nasrani (Pewarna) Jawa Barat.
* Pengurus PGPK (Perwakilan Gereja-Gereja dan Perkumpulan Kristen).
* Kikit WS (Ketua Great Bandung).
* Perwakilan dari API dan PSPI-R.
* Pemimpin-Pemimpin dan Rohaniawan perwakilan dari berbagai gereja.
Dalam kesempatan tersebut, Pdt. Yosafat Simatupang menyampaikan khotbah dengan tema “Allah Hadir Menyelamatkan Keluarga”.

Dia menekankan pentingnya kehadiran Tuhan dalam membentuk keluarga yang kokoh, yang pada gilirannya dapat mempersatukan dan menumbuhkan sikap toleransi dalam membangun bangsa.
Pdt. Yosafat Simatupang menyoroti bahwa masyarakat komunal yang berperadaban tinggi haruslah toleran. Hal ini menuntut adanya dasar-dasar keagamaan yang tinggi dan kuat, namun bukan sekadar blind faith (iman buta).
“Allah hadir menyelamatkan keluarga yang kokoh dan dapat mempersatukan serta toleran dalam membangun bangsa,” ujarnya.
Walikota Bandung, dalam sambutannya menyampaikan dan menyoroti isu sosial yang menekankan sangat perlunya perhatian serius dari komunitas beragama dan pemerintah, seperti kasus-kasus kesehatan dan mental.
Disebutkan bahwa saat ini terdapat kurang lebih 10.000 kasus HIV dan lebih dari 1.000 anak mengalami stres di Kota Bandung, yang menunjukkan urgensi untuk memperkuat benteng moral dan spiritual melalui dasar-dasar keagamaan yang solid ditengah-tengah bimbingan lewat keluarga.
Acara silaturahmi ini diakhiri dengan harapan agar perayaan Natal 2025 di Kota Bandung dapat berjalan dengan damai, penuh sukacita, dan semakin memperkuat kerukunan antarumat beragama di tengah masyarakat. (Adenan Manurung)
