Klikpos.net – Debu erupsi Gunung Anak Krakatau menyelimuti Bogor menyebabkan aktifitas warga di luar ruang memerlukan perlindungan agar terhindar dari masalah kesehatan.
Menanggapi situasi itu, DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Bogor menggelar aksi turun ke jalan membagikan masker gratis ke warga masyarakat sekitar Bogor.
Dalam kegiatan bertajuk PSI Peduli itu pada Minggu, 6 September 2026, dibagikan ratusan masker medis KF94 gratis ke masyarakat
Kegiatan dipimpin langsung Ketua DPD PSI Kabupaten Bogor, Rena Da Frina, bersama seluruh jajaran pengurus.
Adapun sasaran pembagian yakni para pengguna jalan, pedagang, dan warga di titik keramaian.
Aksi dilakukan serentak di wilayah Kecamatan Cibinong, Babakan Madang, Ciawi, Sukaraja, Parung, dan Citeureup.
“Kami tidak mau menunggu. Melalui gerakan PSI Peduli, inilah saatnya Partai Solidaritas Indonesia hadir nyata di tengah-tengah masyarakat. Kami ingin memastikan warga terhindar dari paparan debu vulkanik yang berisiko bagi kesehatan pernapasan,” kata Ketua DPD PSI Kab. Bogor Rena Da Frina di sela pembagian.
Di antara yabg terlibat dalam aksi itu yakni: Indra Dharmawan – Ketua OKK DPD PSI Kab. Bogor, Jasiman Sitorus – Ketua Bapilu DPD PSI Kab. Bogor , Ahmad Surya – Sekretaris DPD PSI Kab. Bogor dan seluruh Pengurus DPC PSI tingkat kecamatan se-Kabupaten Bogor.
Aksi PSI Peduli serentak di 6 kecamatan itu disambut baik warga Bogor. Masker yang disiapkan langsung ludes.
Ketua DPD PSI Kabupaten Bogor menegaskan pihaknya akan terus sigap dan hadir dalam setiap situasi darurat maupun kebutuhan sosial masyarakat Bogor.
Sementara itu Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengintensifkan pemantauan 24 jam terhadap perkembangan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) dan dampaknya terhadap atmosfer, penerbangan, serta kondisi laut di sekitar Selat Sunda. Berdasarkan analisis citra satelit pada Minggu (6/9) pukul 08.00 WIB, BMKG mengidentifikasi dua klaster sebaran abu vulkanik yang melingkupi wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga Bengkulu.
BMKG mengimbau seluruh lapisan masyarakat, khususnya yang beraktivitas dan bermukim di sepanjang pesisir Selat Sunda, untuk meningkatkan kewaspadaan namun tetap tenang. Masyarakat diminta untuk menyaring seluruh informasi yang beredar dan tidak mudah terpengaruh atau menyebarluaskan isu-isu yang belum terverifikasi kebenarannya.
Seiring dengan itu aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda terus dipantau setelah mengalami episode erupsi menerus yang berlangsung selama sekitar 25 jam. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), menyampaikan bahwa episode erupsi tersebut telah berakhir, namun tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau tetap berada pada Level III (Siaga).
PVMBG juga mengimbau masyarakat di pesisir Pantai Banten dan Lampung untuk tetap tenang serta tidak mempercayai informasi hoaks terkait potensi tsunami akibat erupsi. Masyarakat tetap dapat menjalankan aktivitas normal dengan mengikuti arahan dari BPBD setempat dan memantau informasi resmi mengenai perkembangan aktivitas gunung api. (Aden/Fik)
