17/05/2022
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1011

Klikpos.net (Cibinong) – Bupati Bogor Ade Yasin menyatakan, penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) karena wabah virus corona atau Covid-19 di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mulai berlangsung pada Rabu 15 April 2020.

“Hari Rabu kita terapkan serentak dengan lima wilayah di Jawa Barat,” kata Ade Yasin, Minggu (12/4/2020).

Namun, penerapan PSBB di Kabupaten Bogor itu hanya diberlakukan di zona merah wilayah sebaran Covid-19 tinggi.

Zona merah tersebut meliputi  11 kecamatan di Kabupaten Bogor, yakni: Bojonggede, Cibinong, Gunung Putri, Parung Panjang, Cileungsi, Ciomas, Jonggol, Ciampea, Citeureup, Ciseeng, dan Kemang. 

Luas wilayah dan jumlah penduduk padat menjadi alasan Bupati Bogor hanya menerapkan PSBB di 11 kecamatan. Pasalnya, banyaknya pintu keluar masuk dari dan menuju Kabupaten Bogor tidak sebanding dengan jumlah personel yang ada.

“Tidak mungkin kita lakukan pemantauan pergerakan orang dan kendaraan di seluruh pintu masuk sementara personel kita terbatas,” kata Ade.

Namun demikian, di 29 kecamatan lainnya tetap  mendapat penanganan pencegahan Covid-19 dengan diterapkan karantina wilayah parsial (KWP) sebagaimana telah diterapkan sebelumnya.

“(KWP) yang sudah berjalan ini cukup bagus, seperti pengetatan di tingkat desa, RT/RW. Bahkan sampai sekarang masih berjalan penyekatan-penyakatan di desa untuk membatasi pergerakan orang atau kendaraan yang masuk,” kata dia.

Baik KWP maupun PSBB akan dipantau secara berkala untuk mengetahui efektivitas penerapan pembatasan guna menekan pandemi corona di Kabupaten Bogor.

“Jadi nanti harus ada perbedaan sebelum dan sesudah PSBB. Kami juga akan mengimbau melalui tokoh-tokoh masyarakat dan para ulama untuk membantu penerapan ini bisa diterima masyarakat,” kata dia.

Ade menjelaskan, poin-poin penerapan PSBB tidak jauh berbeda dengan di wilayah lainnya. Antara lain kegiatan ibadah dilakukan di rumah, tempat hiburan dan mall ditutup. Selain itu, perkantoran dihentikan terkecuali sektor kesehatan, energi, pangan, komunikasi, logistik, yang menyangkut distribusi bahan-bahan pokok. Fasilitas untuk kebutuhan sehari-hari tetap buka.

Baca Juga:  1.000 Warga Desa Karang Asem Timur Divaksin Hari ini

Sementara itu Bupati Bogor Ade Yasin melalui keterangan tertulis, Minggu (12/4/2020) juga menyebutkan ada 3 penambahan PDP meninggal.

Ade merinci, dua pasien PDP meninggal dunia yakni seorang perempuan berusia 51 tahun asal Kecamatan Cibinong dan seorang laki-laki berusia 43 tahun asal Kecamatan Jonggol.

Sementara untuk satu pasien positif Covid-19 yang terkonfirmasi meninggal dunia adalah laki-laki paruh baya asal Kecamatan Cileungsi.

Selain itu, jumlah positif baru terinfeksi virus corona juga bertambah menjadi 36 pasien yang sebelumnya hanya 33 pasien.

“Hari ini bertambah 3 kasus baru positif Covid-19 salah satunya yang meninggal itu. Jadi total sudah ada 36 kasus positif, tiga di antaranya sembuh dan lima orang meninggal dunia,” ungkapnya.

Ade melanjutkan, untuk jumlah kasus PDP hingga saat ini sebanyak 525 masih diawasi dan 181 di antaranya sudah diperbolehkan pulang. Kemudian jumlah pasien PDP yang meninggal dunia sebanyak 12 orang.

“Jadi jumlah pasien PDP di Kabupaten Bogor ada 332 yang diawasi,” ujar dia.

Sementara itu, untuk kasus orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 953 kasus, 558 di antaranya sudah selesai dipantau. (Adenan/Taufik)