Stafsus Kemenag RI, Gugun Gumelar, Phd, saat membuka Munas III DPP MUKI, di Jakarta, 22-23 Juli 2026 (foto:Aden).
Klikpos.net – Dewan Pimpinan Pusat Majelis Umat Kristen Indonesia (DPP MUKI) secara resmi menyelenggarakan agenda tertinggi organisasi, yakni Musyawarah Nasional (MUNAS) III MUKI.
Berdasarkan surat undangan resmi bernomor 009/Und/PM.III-MUKI/VII/2026, perhelatan berskala nasional ini berlangsung selama dua hari penuh, mulai hari Rabu hingga Kamis, 22–23 Juli 2026.
Mengusung tema utama “MUKI Hadir Sebagai Mitra Pemerintah Menuju Indonesia Emas”, kegiatan ini dipusatkan di Graha Bethel Lantai 3, Jalan Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Forum tertinggi ini dihadiri oleh jajaran fungsionaris pusat, perwakilan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) tingkat provinsi, serta delegasi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) tingkat kota/kabupaten dari seluruh penjuru Indonesia.
Hadir dalam kesempatan itu Gugun Gumelar, Phd dari Staf khusus Kementrian Agama dan Hartono, SH, MH dari Kemendagri.
Kegiatan Munas dimulai dengan ibadah dipimpin Wakil Sekretaris Umum Persekutuan Gereja- Gereja di Indonesia (PGI) Pdt. Lenta Enni Simbolon yang membawakan kotbah berjudul Kesatuan yang berbuah.

“PGI dan MUKI bisa kolaborasi karena ada kesamaan misi, karena kesatuan itu sangat penting,” ujarnya.
Munas dibuka oleh Stafus Kemenag, Gugun Gumelar, P.hd. Dalam kesempatan itu Gugun mengatakan masalah terpenting saat ini ialah “sekarang ini kita sudah melewati tahap Asian development. Oleh karena itu kini bagaimana mempersiapkan anak-anak kita dalam geo politik internasional. Kalau MUKI mempersiapkan ini kita akan sejahtera dan menempatkan generasi kita di tengah geo politik internasional,” tandasnya.
Lebih jauh dia mengatakan, “pada tahun 2030 kita akan memasuki bonus demografi dimana kita masuk 5 besar dunia. Tapi kita mempersiapkan generasi kita tidak akan mencapai generasi emas tahun 2045,” katanya.
Laporan Ketua Panitia Pelaksana

Dalam laporan pembukaannya, Ketua Panitia Pelaksana MUNAS III MUKI menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi seluruh panitia dan kehadiran para delegasi dari total 38 provinsi di Indonesia yang telah hadir memenuhi kuota keterwakilan organisasi.
“Kami sangat bersyukur atas soliditas dan semangat seluruh pengurus wilayah yang hadir. MUNAS III ini bukan sekadar pemenuhan agenda konstitusi organisasi, melainkan momentum krusial untuk mengevaluasi pelayanan kita dan menyusun langkah taktis ke depan. Kesiapan akomodasi, ruang sidang, dan sistem administrasi telah dimatangkan penuh demi kenyamanan jalannya musyawarah seluruh peserta,” ujar Ketua Panitia Ketua Panitia Munas 3, DPP MUKI, dr Sortaman Saragih MARS saat memberikan laporannya.
Ketua Umum DPP MUKI
Djasarmen Purba, SH, dalam sambutannya mengatakan, “mari kita melaksanakan Munas ini dengan baik, memberi hati untuk menemukan benang merah perjuangan kita. Kita cinta bangsa ini, kita rindu bangsa ini damai dan sejahtera.”

“Kita memberikan usul dan masukan kepada pemerintah sehingga tujuan pendiri bangsa ini menjadi negara yang Makmur, Jaya dan Damai dapat kita raih. Jangan pernah lelah persipakan serta libatkan generasi muda dalam menjalankan roda MUKI ini ke depan sehingga MUKI benar-benar menjadi mitra pemerintah efektif dalam meraih cita-cita bangsa. Generasi muda Umat Kristen harus menjadi garam dan terang bagi banpa Umat Kristen bukan hanya sebagai penonton apalagi sebagai pengeluh yang apatis meratapi nasib,” tandasnya.
Bahas Agenda Strategis Organisasi
Usai sesi seremonial sambutan, sidang pleno langsung bergulir dengan membahas agenda utama ormas:
– Penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) DPP MUKI periode berjalan.
– Pembahasan Perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
– Penyusunan dan pembahasan Program Kerja Nasional (Proknas).
– Pemilihan Kepengurusan DPP MUKI untuk masa bakti periode 2026–2031.
– Perumusan rekomendasi strategis bagi kehidupan berbangsa, bernegara, dan pelayanan umat.

Sesuai ketentuan, setiap daerah mengirimkan utusan resmi yang sah yang terdiri dari 3 orang perwakilan DPW dan 2 orang perwakilan DPD yang dibekali surat mandat resmi guna memastikan legalitas suara dalam setiap pengambilan keputusan mufakat.
Namun dalam sidang pleno Munas III MUKI yang dipimpin Dr. Nelson Simanjuntak, sidang memutuskan setiap DPW hanya 1 suara baik offline maupun online dan menghasilkan: Sortaman (13 suara) dan Janus Hutapea (4 suara), sehingga Sortaman Saragih terpilih sebagai Ketua Umum DPP MUKI periode 2026-2031. (Adenan Manurung)
