07/02/2023
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Klikpos.net/Bogor – Gedung Perpustakaan dan Galeri Kota Bogor baru saja diresmikan, Sabtu (17/12/2022). Dalam peresmian itu digelar Talkshow milenial yang dimoderatori Suci Yos Karina menghadirkan penulis buku, Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini, Marchella Febritrisia, konten kreator Narasi TV, Andovi Da Lopez dan Wali Kota Bogor, Bima Arya sebagai narasumber.

Dalam acara talkshow dengan tema Literasi Milenial dilaksanakan di Ruang Auditorium, lantai 2 gedung Perpustakaan dan Galeri Kota Bogor.

Kemampuan literasi sebagaimana diungkapkan moderator dibutuhkan semua, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa mengingat informasi yang beredar saat ini begitu cepat masuk sehingga dibutuhkan filter.

Selain itu dibutuhkan juga untuk menggali potensi di dalam diri yang bisa digunakan untuk memberi kontribusi bagi masyarakat.

Penulis buku Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini, Marchella Febritrisia menceritakan pengalaman saat berkunjung ke perpustakaan Jakarta, dimana terlihat banyak pengunjung yang berswafoto.

“Ada yang bilang, kok di perpustakaan pada selfie-selfie. Aku bilang, gak apa-apa, memang itu generasinya, tidak ada yang dapat mengubah generasi dan setiap generasi punya cara sendiri untuk bertahan. Mungkin awalnya harus selfie-selfie dulu untuk kemudian merasa seru, senang dan akhirnya kultur membaca itu tumbuh dan bisa keren. Awalnya mungkin hanya nge-post cover buku, lama-lama bisa penasaran baca isinya,” katanya.

Menulis sejak tahun 2011, Marchella mengungkapkan awal dirinya mulai menulis ketika membaca biografi Buya HAMKA yang didalamnya ada tulisan kenapa dirinya menulis terus selama dipenjara.

“Beliau bilang suatu hari kalau sudah tidak ada di bumi, yang bisa dia tinggalkan hanya buah pikirnya. Itu juga yang mendasari aku untuk menulis. Dari situ aku sadar, membaca buku adalah cara sederhana dan mudah untuk masuk ke dunia atau ke proses pemikiran orang lain yang dia lakukan selama bertahun-tahun dan kita bisa ambil intisarinya tanpa harus bertemu dengan orangnya, karena itu literasi untuk milenial itu penting karena aku dapat manfaatnya,” kata Marchella.

Baca Juga:  Bimtek Tata Kelola dan Pelaporan Dana BOSP, Dedie Ingatkan Harus Sesuai Aturan

Menurut Bima Arya, dengan membaca buku setiap orang bisa ‘berbicara’ tanpa bertemu. Di era sosial media, mayoritas hanya membaca caption yang mungkin kadang terlewat.

Untuk itu membaca perlu dilatih dari yang paling sederhana. Dengan membaca akan membantu untuk mencoba mengenal pikiran orang lain dan dunia dengan lebih luas.

“Kenapa orang suka membaca buku, kapan kita mulai baca buku dan mengapa seorang anak bisa tertarik untuk membaca buku ?. Bagi saya pengalaman itu diawali dari kebiasaan dongeng dari sang ayah, sebelum saya bisa membaca. Kelas 2 SD saya dibuatkan perpustakaan mini dirumah sehingga membuat saya jatuh cinta sama yang namanya membaca,” ujarnya.

Dengan membaca kata dia, betul-betul melatih banyak hal, seperti fantasi dan imajinasi yang unlimited serta melatih kreasi. Terkait literasi generasi saat ini, Bima Arya mengungkapkan rasa prihatinnya. Mendorong minat baca bagi anak lanjut tidak selalu melalui dongeng, tetapi bisa melalui cara atau kegiatan talkshow maupun lainnya.

“Kita harap ada yang mendongeng setiap hari di perpustakaan atau pemutaran film-film pendek dokumenter di ruangan ini, agar anak-anak tertarik membaca buku,” harapnya.

Konten kreator dari Narasi TV, Andovi Da Lopez menilai literasi milenial bukan hanya untuk penulis buku semata. Kultur membaca menurutnya amat sangat penting dan melihat kondisi generasi saat ini bisa dikatakan sudah sedikit menurun dan sangat mengkhawatirkan.

“Dengan adanya perpustakaan Kota Bogor, semoga kultur literasi kita, rasa ingin tahu dan rasa ingin membaca kita terus tumbuh. Baca buku itu, it’s fun and cool, kita harus merubah kultur, bahwa membaca itu suatu yang keren, salah satunya dengan datang ke perpustakaan,” kata Andovi.

Baca Juga:  Pimpin Apel Hardiknas 2022, Bima Arya Gaungkan Merdeka Belajar

Perpustakaan berdasarkan pengalaman yang diceritakannya menjadi tempat pertama baginya berkeinginan untuk membaca buku, walaupun pada awalnya dipaksa oleh sekolah. Diberi tugas yang berkaitan dengan buku di perpustakaan mampu menumbuhkan dan mengembangkan potensi dirinya sebagai seorang konten kreator.

“Intinya apapun generasinya literasi itu sangat membantu sekali. Banyak sekali inspirasi yang dituangkan dalam karya-karya saya yang muncul dari baca buku, bukan sekedar nonton video youtube saja. Ilmu yang didapat dari membaca jauh lebih dalam daripada sekedar scrolling sosial media,” tuturnya. (Adenan Manurung)