17/05/2022
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
361

Klikpos.net/Cileungsi-Warga  penghuni Perumahan Puri Permata Cileungsi, Kp.Tegal RT.04/RW.02 Desa Jatisari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor mengeluhkan buruknya kualitas bangunan rumah yang mereka beli dan sudah 4 tahun dihuni.

“Saya kecewa pak membeli rumah ini, bukan untung tetapi buntung,’’ ujar salah satu warga di sana kepada Klikpos.net, Rabu (10/2).

Menurutnya, kondisi bangunan yang buruk terpaksa dia tempati karena semula belum memiliki rumah, seperti umumnya warga di sana. Mereka membeli rumah itu dengan harapan bangunannya memadai, namun kenyataannya para penghuni saat ini selalu khawatir bila ada gempa bangunan bisa roboh karena buruknya kualitas bangunan.

Keltika Klikpos.net menanyakan jumlah warga yang sudah menempati unit rumahnya kepada paguyuban warga, dikatakan ada sekitar 30 %  atau 90 keluarga dari  300 rumah yang ada.

Menurut pengurus paguyuban warga pihaknya sudah beberapa kali menyampaikan keluhan secara tertulis kepada developer yakni PT.Selvi Bahagia Utama bahkan ditembuskan juga kepada Bank BTN. Namun sejauh ini belum direspon dengan baik.

Ironinya, kata dia, sejak  awal tahun 2020 sampai  Januari 2021  kantor pemasaran tidak aktif . Akibatnya warga selama itu tidak dapat menyampaikan keluhan berkaitan dengan perumahan mereka maupun mendapat  informasi.

 

Ketika Klikpos.net  menanyakan hal itu kepada seorang pegawai kantor pemasaran saat mereka baru memulai aktifitas kembali, ia mengakui  kualitas bangunan buruk, namun dia berkilah itu ulah pemborong sebelumnya.

Dikatakan  saat ini  masih ada 40 unit rumah yang belum terjual dengan kondisi yang sama,  dinding semua terkupas rontok dan kusen pintu jendela membusuk.

“Terpaksa pihak pengembang merehab kembali untuk dijual,” ujarnya.

Sementara itu penghuni yang lain menyebutkan semua fasilitas yang seharusnya ada di setiap perumahan di sana tidak ada. Di antaranya, gapura, drainase ,  bahkan fasos/fasum yang pada mulanya dijanjikan oleh pihak pemasaran lewat brosur pada kenyataannya tidak ada.

Baca Juga:  Kejar Target Vaksinasi, Kecamatan Citeureup Gelar Serbuan Vaksin Gratis di SMPN 3 Citeureup

“Kami warga memohon kepada Pemerintah dalam hal ini PUPR Kabupaten Bogor untuk bisa meninjau kembali kondisi perumahan kami ini. Kami sudah tidak berdaya membangun.  Dengan kondisi apa adanya kami terpaksa bertahan tinggal di perumahan ini. Di masa pandemi Covis-19 ini kondisi demikian tentu rawan bagi kesehatan keluarga kami,” ujarnya. (Lase)