16/07/2024

Gus Miftah. (Foto : PMJ/NU Online).

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Klikpos.net – Dai populer Gus Miftah beberkan alasan perilakunya usai diperiksa oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Pamekasan.

Bawaslu Pamekasan, Madura, akhirnya memeriksa Miftah Maulana Habiburrahman atau akrab disapa Gus Miftah usai videonya viral terkait dugaan politik uang.

Pemeriksaan di kediamannya, Ponpes Ora Aji di Padukuhan Tundan, Purwomartani, Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Senin (8/1/2024).

Koordinator Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi Bawaslu Pamekasan Suryadi mengatakan, pemeriksaan terhadap Gus Miftah ini sebagai tindak lanjut atas temuan terkait kegiatan bagi-bagi uang yang dilakukan Gus Miftah di Pamekasan Madura, belum lama ini.

Menurutnya pemeriksaan terhadap Gus Miftah merupakan tindak lanjut, “atas pemeriksaan yang telah kami lakukan terkait dugaan bagi-bagi uang yang juga melibatkan pengusaha tembakau di Madura,” kata Suryadi, Senin 8 Januari 2024.

Dalam pemeriksaan itu Miftah dicecar 28 pertanyaan oleh komisioner Bawaslu Pamekasan.

Namun Suryadi tidak membeberkan secara rinci apa saja yang ditanyakan Bawaslu ke Gus Miftah. Hanya saja, kata dia, hasil klarifikasi tersebut nantinya akan ditindaklanjuti dengan kajian “dan pembahasan bersama dengan gakumdu,” ujarnya.

Dikatakan Suryadi peristiwa itu diduga melanggar Pasal 523 UU 7 tahun 2017 dan hasilnya akan bergantung pada hasil kajian yang paling lambat akan disampaikan 14 hari, namun Bawaslu menargetkan hasilnya bisa disampaikan paling lambat tujuh hari pertama.

Kelar diperiksa, Gus Miftah mengatakan, dirinya sejak awal sudah siap untuk diperiksa karena menurutnya apa yang dilakukan bukan merupakan politik uang.

Hal Itu karena  dirinya bukan merupakan anggota tim kampanye pasangan capres-cawapres, baik tingkat nasional maupun daerah.

“Saya inikan bukan calon, bukan TKD dan TKN. Itu Bisa dicek di KPU, bahwa saya bukan anggota tim kampanye, sedangkan yang bisa dijerat melanggar adanya calon ataupun tim Kampanye,” kata Miftah, Selasa (9/1/2023).

Baca Juga:  Legislator Apresiasi Masukan Stakeholder Bogor untuk Kode Etik MKD DPR

Karenanya kegiatan bagi-bagi uang itu menurutnya bukan kampanye.

Dia menuturkan dirinya hanya diajak untuk ngopi-ngopi saja, namun sampai lokasi cukup heran karena ternyata banyak yang datang. Kemudian ada kegiatan bagi-bagi uang itu dan uang itu juga bukan untuk politik uang, “kalau tujuannya politik uang ya pasti tidak mungkin dilakukan secara terbuka seperti itu, pasti akan sembunyi-sembunyi,” terangnya. Taufik/Adenan)

 

Sumber: PMJ News