17/05/2022

Forkompinda Kota Bogor melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Bogor untuk memantau ketersediaan minyak goreng, Rabu 16 Maret 2022 (

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Klikpos.net/Bogor – Kelangkaan minyak goreng mendorong Forkompinda Kota Bogor melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Bogor untuk memantau ketersediaan minyak goreng, Rabu 16 Maret 2022.

Dipimpin Wali Kota Bogor, Bima Arya dan Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro,  didapat hasil sidak, minyak kemasan langka namun stok minyak curah cukup banyak.

“Ketersediaan minyak goreng di pasaran sangat langka, yang sulit ditemukan minyak goreng kemasan karena datangnya seminggu sekali dan hanya beberapa kardus,” ujar Bima Arya.

Wali Kota mengatakan, sementara untuk stok minyak goreng curah lebih banyak, namun harganya di atas rata-rata sedikit.

Pihaknya pun memastikan tidak ada panic buying dan tidak ada yang membeli berlebihan.

Penjual pun menyiasati dengan pembelian sistem paket yakni membeli minyak goreng 1 liter dan satu bungkus bihun dengan harga Rp 20 ribu.

“Kami pantau terus, masih ada persoalan di distribusinya tapi kami memastikan tidak ada panic buying, tidak ada yang menimbun dan semua sesuai aturan,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, pihaknya menurunkan 200 personel gabungan dari Polresta, Kodim dan Pemkot untuk memonitor, mengawasi distribusi minyak goreng di 11 pasar yang ada di Kota Bogor.

Wali Kota Bogor BimaArya bersama Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro sidak pasar guna memastikan tidak ada panic buying minyak goreng (Diskominfo).

“Setiap hari tim akan memonitor, memastikan distribusi bisa sampai kepada pembeli sesuai aturan, tidak terjadi antrean panjang, tidak menimbulkan kericuhan,” terangnya.

Ia menyampaikan, hasil pantauan di 11 pasar umumnya harga minyak goreng berada di kisaran Rp 14 sampai Rp 16 ribu per liter.  Ia pun meyakinkan untuk minyak curah belum ditemukan adanya pelanggaran (minyak oplosan-red) dan di 11 pasar tidak ada panic buying.

Baca Juga:  Bima Arya Tinjau Kebocoran Pipa Tirta Pakuan di Area Double Track, Perbaikan Ditarget Cepat

“Stok kemasan premium langka tapi minyak curah masih tersedia dan kita akan terus memonitor sampai ke Ramadan. Tim pengawas secara persuasif dan preventif menghimbau kepada pelanggan tidak menjual terlalu mahal dan pembeli tidak membeli lebih dari dua liter,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihaknya sudah melakukan sidak ke agen tiga pekan lalu bersama Dinkukmdagin Kota Bogor untuk memonitor grosir besar.

Hasilnya mereka pun menerima pasokan yang terbatas. Menurutnya permasalahan ini tidak hanya di level kota tapi juga di level Nasional.

“Tugas kami dan pak wali memastikan kelangkaan ini tidak menimbulkan masalah lainnya. Karena minyak masih tersedia,” katanya. (Adenan Manurung)