17/05/2022
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Klikpos.net/Bogor – Grab Indonesia siap mendukung program transformasi Suryakencana yang tengah digarap Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

Hal ini disampaikan Kepala Hubungan Pemerintah Jabodetabek Grab Indonesia, Rainer Michael Emanuel saat audiensi di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Kamis (28/4/2022).

Audiensi yang dipimpin Wali Kota Bogor, Bima Arya ini membahas desain kios, mural, lampion hingga gapura di Jalan Ranggagading.

“Saya ingin kita satu frekuensi, ini bukan sekedar transformasi Suryakencana,” ujar Bima Arya.

Menurutnya, satu hal yang sangat dicari kota di seluruh dunia yakni legacy atau peninggalan. Banyak kota-kota tidak memiliki identitas, sementara Bogor punya identitas yang luar biasa. Di sini ada hal yang tidak ada di Depok, Bekasi, Tangerang.

“Menuju injury time kita harus fight untuk menggarap destinasi di Suryakencana. Membangun Suryakencana ini membangun berdasarkan kultur dan narasi besar yang ada,” katanya.

Di tempat yang sama, Kepala Hubungan Pemerintah Jabodetabek Grab Indonesia, Rainer Michael Emanuel mengatakan, pihaknya berdiskusi dengan Wali Kota Bogor dan jajaran terkait perihal dukungan Grab untuk transformasi di Suryakencana.

Menurutnya, ini merupakan program yang unik dan berbeda dengan program revitalisasi pasar atau cagar di kota lain, sehingga membuat Grab tertarik untuk berpartisipasi. Dan seperti yang disampaikan Wali Kota Bogor, Suryakencana bukan hanya sekedar legacy tapi harta karun UMKM dan budaya Kota Bogor.

“Bentuk partisipasi kami khusus untuk di jalan Ranggagading dan gang tematik bekerjasama dengan tim desain Wali Kota untuk membuat tematik oriental,” jelasnya.

Ia menuturkan, style oriental akan diimplementasikan di berbagai bentuk branding di Ranggagading. Mulai dari kios, gapura, mural, lampion dan lainnya. Dan sesuai dengan arahan Wali Kota akan dibuat atmosfer agar turis nasional dan mancanegara merasakan pengalaman yang berbeda.

Baca Juga:  Gereja GKI Pengadilan Mulai Dibangun, Bima Arya Ajak Kuatkan Toleransi

“Jadi PKS (Perjanjian Kerja Sama)-nya harus selesai dulu, lanjut ke proses desain dari tim Wali Kota. Kalau desain sudah selesai kami bisa langsung membuat kios, gapura, mural dan lampionnya. Pak wali ingin secepatnya ini selesai,” katanya. (Adenan Manurung)