19/04/2026
IMG-20240914-WA0001
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Klikpos.net – Selain kekurangan guru SDN 02 Bojong, Kecamatan Klapa Nunggal, Kabupaten Bogor juga kekurangan bangku dan meja sehingga para siswa ada yang duduk berdesakan sehingga mengganggu kegiatan belajar mengajar.

Hal tersebut diakui oleh  Kepala Sekolah SDN Bojong 02 Dede Lukmansyah. Dia juga mengakui bahwa hal tersebut pernah diprotes wali murid.

Menurut Dede, kekurangan bangku itu terdapat di kelas satu dan kelas dua. Di dua kelas tersebut, kata dia, ada siswa yang harus duduk bertiga dalam satu bangku dengan satu meja sehibgga berdempetan.

“Tapi tidak semua begitu, hanya sebagian murid saja yang duduk berdempetan karena kekurangan bangku,” katanya kepada Klikpos di Kantornya, Jumat (13/9/2024).

Menurutnya hal tersebut terjadi karena ada penambahan jumlah siswa dalam rombongan belajar (rombel)pada saat penerimaan siswa baru tahun ini dimana tiap rombel bisa terdiri dari 32 atau 36 atau 45 siswa.

Penambahan jumlah murid itu sendiri, kata dia, karena permintaan warga sekitar sekolah karena jumlah penduduk yang semakin padat.

“Nah karena adanya penambahan murid di ruangan kelas maks sebagian ada yang duduk bertiga dalam satu meja,” ujar Dede.

Kepala Sekolah SDN 02 Bojong, Dede Lukmansyah (foto: Rizal).

Sebagian orang tua murid, kata dia, ada yang bisa menerima hal tersebut, tetapi ada juga yang mengeluh dan protes.

“Jadi karena permintaan orangtua murid, berdasarkan hasil rapat bersama warga sekitar lingkungan sekolah, maka murid baru diterima di sekolah sekitar 45 orang satu rombel, agar anak – anak tertampung murid di kelas satu di SDN 02 Bojong. Jadi  bukan karena pihak sekolah membuat program penambahan murid baru,” tandas Dede.  

Selain itu, kata dia, sekolahnya juga kekurangan guru pengajar baik guru PNS maupun guru honorer.

“Kekurangan guru pengajar di setiap kelas, dari kelas satu sampai kelas enam,” jelas Dede.

Menurtnya, Pengawas Dinas Pendidikan Kab. Bogor sudah mengetahui hal ini dan pernah meninjau ruangan sekolah.

Begitu juga pemerintah desa setempat sudah juga sudah mengetahui pada saat rapat musyawarah rencana pembangunan (Musrembang) desa.

“Saya sudah berupaya untuk mengusulkanp enambahan sarana prasarana dan fasilitas sekolah kepada pemerintah melalui Disdik Kab.Bogor agar murid bisa dua orang satu meja, di seluruh ruangan kelas pada saat melaksanakan kegiatan belajar,” pungkasnya. (Rizal)