07/02/2023
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
2

Ketua Dewan Pembina LGP Mochtar Mohamad (paling kanan) bersama Prabowo Subianto dan Taufik Kiemas (dik. Pri).

Klikpos.net/Jakarta – Soal siapa Cawapres  Ganjar Pranowo di Pilpres 2024 mungkin hanya Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang bisa menjawabnya.

Namun Ketua Dewan Pembina Laskar Ganjar Puan (LGP) Mochtar Mohamad berpendapat siapa bisa saja menduga-duga.

Menurutnya, “bisa saja kita mencoba menebak jalan pikiran Ibu Mega siapa yang mendampingi Ganjar Pranowo di Pilpres 2024 nanti,” ujar Mochtar Mohamad di Jakarta, Kamis 13 Oktober 2022.

Secara normatif, kata dia,  dalam teori elektoral ada beberapa variabel penilaian untuk menjadi dasar.

Pertama variabel  demografi, maka potensi dukungan melengkapi Capres Ganjar Pranowo yakni Ridwan Kamil. Pasalnya,  dari hasil riset beberapa lembaga, Ridwan Kamil mendominasi Jawa Barat yang berpopulasi 18 % DPT (Daftar Pemilih Tetap) Nasional.

Di sisi lain Ganjar Pranowo kuat di Jateng, Jogya dan Jatim. Maka, pasangan Ganjar Pranowo dan Ridwan Kamil berpotensi memenangi Jawa sehingga peluang menang pilpres terbuka lebar.

Variabel Kedua adalah logistik. Kalau tingkat pragmatis di Pemilu 2024 setelah diriset tinggi maka sebaiknya pilihan untuk mendampingi Ganjar Pranowo adalah Erick Thohir atau Sandiaga Uno.

Selain logistik, bila cawapresnya Erick Thohir maka akan ada tambahan dukungan di luar Jawa yakni Sumatera. Sedangkan bila Sandiaga Uno, maka tambahan dukungan dari Indonesia Timur dan DKI akan terbuka.

Variabel ketiga adalah dari unsur Kabinet Jokowi.  Ada beberapa nama yang beredar antara lain Airlangga Hartarto, Jenderal Andika Perkasa, Erick Thohir dan Sandiaga Uno.

“Kalau variabel kabinet ini lebih pada restu Jokowi,” tandas Mochtar Mohamad.

Baca Juga:  Di Tengah Tekanan Global, Industri Pengolahan Tumbuh 4,83 Persen, Industri Tekstil Melambat

Variabel ke empat adalah riset dan survei  oleh konsultan. Faktor ini, kata Mochtar, perlu disimulasi diukur persepsi publik pasangan yang dinginkan minimal dalam 3 periode waktu dan 3 lembaga survei yang kredibel sehingga kecenderungan bisa terbaca datanya apakah Ganjar-Ridwan, Ganjar-Arlangga, Ganjar, Erick, Ganjar-Sandiaga, Ganjar-Andhika, Ganjar-Puan atau Ganjar-Prananda.

Variabel kelima, kata Mochtar, adalah kontemplasi spritual Ibu Mega dikaitkan dengan Pemikiran Bung Karno tentang Pancasila 1 Juni 1945, Trisakti, Marhanisme dan wasiat Bang Taufik Kiemas.

Dari variabel kelima ini maka nama yang berpotensi adalah Puan Maharani, Prananda Prabowo dan Mr X kader idiologi Bung Karno, tandas Mochtar Mohamad.

“Bisa jadi pasangan ini diumumkan pada bulan Juni, Bulan Bung Karno  dan bulan paling sakral bagi PDI Perjuangan. Dan untuk capres lebih awal dugaan saya diumumkan pada rakernas Desember 2022 atau Ultah PDI Perjuangan 10 Januari 2023,” kata Mochtar Mohamad.

Adapun variabel keenam, kata dia, adalah siapa lawan pasangan Ganjar Pranowo. Dari hasil survei dan arah koalisi, muncul  antara lain koalisi Gerindra-PKB yang memunculkan pasangan Prabowo-Muhaimin. Sedangkan koalisi Nasdem-Demokrat-PKS memunculkan pasangan Anies-AHY, sementara Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) belum jelas paslonnya. 

“Dari konfigurasi lawan seperti ini sebaiknya bakal calon Wapres Mas Ganjar adalah org yang beririsan dukungan dengan lawannya yakni Sandiaga Uno,” tandas Mochtar.

Hal itu karena Sandiaga berpotensi mengurangi dukungan Prabowo dan Anies karena pernah berpasangan. Selain itu polarisasi politik aliran juga akan berkurang dan kemungkinan black campaign maupun negative campaign juga akan berkurang.

Di sisi lain, logistik juga akan cukup serta dukungan Indonesia Timur bakal mumpuni. (Taufik BS)