26/10/2026
IMG-20261026-WA0010(1)
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Klikpos.net – SDN Tajur 01, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, mengeluhkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan sekolahnya.

Orangtua atau wali murid maupun pihak sekolah SDN Tajur 01 menilai pihak dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak memperhatikan beberapa kekurangan dalam isi kemasan MBG di lingkungan sekolahnya.

Hal ini ini dijelaskan oleh kepala sekolah SDN Tajur 01, Nani Karyani, kepada media online klikpos.net pada hari Jumat 23/10/2026 di kantornya.

Nani Karyani, mengatakan kemasan menu MBG seharusnya dikasih plastik.

“Dalam kemasan MBG ada buah, namun pihak dapur SPPG tidak membungkus buah di dalam kemasan,” ujarnya.

Sedangkan Een Maulidah, salah satu guru yang bertugas mengawasi program MBG di lingkungan sekolah menjelaskan, mendampingi kepala sekolah, mengatakan ada beberapa keluhan pihak sekolah bersama orangtua murid.

“Pertama, pihak dapur SPPG tidak membungkus buah di dalam wadah. Seharusnya buah itu dibungkus pakai plastik supaya bersih dan tidak berair karena murid makan MBG tidak menggunakan sendok,” katanya.

Kedua, “kami perkirakan menu tambahan MBG yakni minuman susu sudah hampir satu tahun, sejak November 2025,” jelasnya.

“Kami sudah pernah menyampaikan kepada pihak pengelola dapur SPPG di kampung Bolang, Desa Citeureup, tetapi tidak pernah ada perubahan atau direspon sampai sekarang,” sambungnya.

Sementara itu, Imah, salah satu orangtua murid juga mengeluhkan program MBG di sekolahnya.

“Anak saya tidak menerima minuman susu program MBG. Kalau tidak salah sejak selesai bulan puasa kemarin. Jika kami hitung sudah hampir satu tahun, minuman susu tidak diterima murid,” katanya.

Imah mengaku bersama orang tua murid lainnya sudah pernah melaksanakan kegiatan demonstrasi ke dapur SPPG di Kampung Bolang, Desa Tajur.

“Bulan kemarin, kami sudah pernah melaksanakan kegiatan demonstrasi, tetapi sampai sekarang minuman susu tidak ada sampai sekarang. Padahal di sekolah lain susu diterima oleh murid dari pihak SPPG,” ujarnya.

Imah menambahkan dia sudah pernah menyampaikan kepada kepala sekolah agar dapur SPPG nya diganti saja.

“Kami menilai tukang masak dapur SPPG sekarang tidak berpengalaman dan tidak berusaha memperbaiki isi, baik pemberian tambahan minuman susu maupun meningkatkan program MBG agar tertata lebih bersih,” tambah Imah.

Sementara itu Klikpos.net telah menghubungi Kepala Dapur SPPG, Junaeldi, melalui kontak whatshappnya, tentang Program MBG di SDN Tajur 01, namun sejauh ini tidak ditanggapi. (Rizal)

 

 

​