31/01/2023
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

KLikpos.net/CibinongKepala Desa (Kades) Nambo, Kecamatan Kelapa Nunggal, Kabupaten Bogor, memberdayakan Anggaran Dana Desa untuk menanggulangi berbagai permasalahan yang timbul akibat masih mengganasnya pandemi Covid-19 di wilayahnya.

Hal itu diungkapkan Kades Nambo, Nanang, kepada Klikpos.net, di kantornya, Jumat (2/7/2021).

Dikatakan, dana desa tersebut di antaranya untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi masyarakat terdampak pandemi Covid-19. Selain dari desa, warga Nambo juga menerima bantuan dari Pemerintah Pusat, Provinsi dan Pemkab. Bogor.

”Di bulan Januari sampai dengan Februari 2021, warga Desa Nambo telah menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari anggaran desa,” ujar Nanang.

Pihaknya juga telah mengajukan permohonan BLT kepada Pemerintah untuk bulan April dan Mei.

Sebagaimana diketahui BLT Desa diberikan kepada keluarga miskin atau tidak mampu di desa dengan besaran Rp 300.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) per bulan. Bantuan ini diberikan melalui penyaluran Dana Desa dari pemerintah pusat.

Adapun target penerima BLT Desa di tahun anggaran 2021 adalah sebanyak 8 juta KPM dengan pagu anggaran sebesar Rp 28,8 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani merinci, sampai dengan 1 Juli 2021, penyaluran Dana Desa sudah mencapai Rp 27,41 triliun atau sudah mencapai 38,1% dari pagu Dana Desa pemerintah. Kebijakan baru akan ditetapkan pada awal Juli bersamaan dengan pelaksanaan PPKM Darurat.

Selain itu, Sri Mulyani menambahkan bahwa pihaknya juga telah memperbolehkan penggunaan dana desa sebesar 8% untuk membantu penanganan covid-19.

Dalam hubungan ini Kades Nambo bersama perangkat desa melakukan penyemprotan disinfektan ke rumah-rumah di wilayah Desa Nambo, menyediakan hand sanitizer di kantor desa, pengadaan masker dan penerapak protokol kesehatan dalam pelayanan.

Baca Juga:  Bantuan Oksigen dari PT Pupuk Kujang Cikampek Amankan Kebutuhan RSUD 1-2 Hari ke Depan

Di sisi lain pelaksanaan vaksinasi baik bagi perangkat desa maupun masyarakat umum juga terus dilaksanakan di Puskesmas. Ada yang baru menerima vaksin dosis 1 namun ada juga yang telah menerima vaksin dosis 2. 

“Sedangkan vaksin untuk kelompok usia 18 – 45 tahun rencananya akan dilaksanakan bulan Juli,” tandas Nanang. 

Terkait dengan masalah kesehatan di Nambo, yakni munculnya bau busuk menyengat yang dikeluhkan masyarakat, diduga akibat limbah pabrik, Nanang  menyebutkan, pihaknya telah menelusuri dan bahkan melakukan teguran ke pihak perusahaan.

“Sumber baunya diduga dari limbah industri namun belum bisa dipastikan, harus ditelusuri. Ternyata di lokasi itu ada tiga pabrik. Dua sudah saya ketahui dan satu lagi belum. Meski begitu saya sebagai kepala desa sudah menanggapi keluhan warga. Sudah saya tegur kepada pihak pemilik industri, tetapi belum ada jawaban sampai sekarang. Saya tetap akan terus menyampaikan keluhan warga kepada pihak industri demi kesehatan warga di sekitar lokasi pabrik tersebut,” tandasnya. (Rizal)