27/02/2024

Ketua Bawaslu, Rahmat Bagja dalam sebuah acara Workshop (foto: PMJ News/Dok Bawaslu).

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Klikpos.net – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Rahmat Bagja menilai laporan pengeluaran dana kampanye Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang cuma tertulis Rp180 ribu tak logis dan tak rasional.

Pasalnya, menurut Rahmat Bagja kenyataannya partai tersebut kampanye dimana-mana sehingga tidak rasional bila pengeluarannya cuma Rp180 ribu, “lho ini mereka kampanye di mana-mana kok, nggak logis dan nggak rasional,” jelas Rahmat Bagja di Jakarta, Rabu (10/1/2024).

Lebih jauh Rahmat Bagja menyebutkan seluruh partai politik harus mematuhi laporan dana kampanye karena KPU pun telah memberikan waktu perbaikan Laporan Awal Dana Kampanye (LADK) sampai 12 Januari 2024.

Hanya saja, kata Bagja, prang kadang-kadang mematuhi secara proformal, “itu dimasukkan dulu, perbaikannya belakangan. Itu juga jadi persoalan. Harus diupdate terus,” tuturnya.

Sebelumnya, Komisi KPU RI mengungkapkan data LADK sementara yang telah dilaporkan oleh calon anggota legislatif 18 partai politik.

Dalam laporan LDAK Sementara itu, pendapatan PDIP paling besar dengan Rp183,86 miliar sedangkan pengeluaran terkecil adalah PSI dengan Rp180 ribu.

Menurut Ketua Divisi Teknis KPU RI, Idham Holik, LADK yang belum lengkap oleh parpol peserta pemilu akan dikembalikan dan diminta memperbaiki paling lambat tanggal 12 Januari 2024, “paling lambat pukul 23.59 waktu setempat,” jelas Idham Holik, Selasa (9/1/2024). (Taufik/Adenan)

 

Sumber: PMJ News

Baca Juga:  LGP: Hindari Politik Identitas di Pilpres 2024