12/08/2026
add to snippet

Aksi Capt. Monroe dalam Film "Pertentangan".

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
14421

Dia menuturkan, awal mula bergerak cukup sulit, seakan semua pintu tertutup. Komunitas-komunitas yang dihubunginya beralasan ada semacam gap yang sulit ditembus. Namun tekad bulatnya menemukan jalan. Berbekal kemampuan bermusiknya, ia ngamen keliling kota. Lama kelamaan upayanya itu membuahkan hasil.

“Saya menekankan ke semua komunitas agar mau dan berani berbuat dulu, tanpa memikirkan biaya. Hasil tak bakal menghianati usaha. Saya melakukannya sepenuh hati secara alamiah, tanpa maksud pencitraan atau mengharap popularitas. Saya menyanyi, mengarang lagu, bermain musik sendiri. Pokoknya udah kayak tukang bakso (semua dilakukan sendiri-red),” tandas Capt. Monroe yang awal Februari ini baru saja melaunching single ketiga Tetaplah di Sana dan segera disusul single keempat sekitar Maret nanti.

Mulailah warga kota menerima perubahan itu. Bak gayung bersambut, gagasan perubahan yang semula sulit diwujudkan itu mulai mendapat respon. Berbagai komunitas termasuk mahasiswa dari sekitar 17 kampus yang ada di Kota Sukabumi merapat dan bergerak. Mulailah irama bersama itu. Berbagai karya muncul tanpa memikirkan untung rugi, yang pernting berbuat yang terbaik. Mulai dari seni musik, seni tari, seni tradisional, olah raga, seni relijius, pengajian, bahkan film.

Kini nyaris di setap cafe, bahkan hotel yang ada di Kota Sukabumi selalu diwarnai musik live dan pertunjukkan seni lainnya. Berbagai even diselenggarakan secara berjenjang sehingga setiap komunitas bersemangat untuk berlatih dan berkarya karena yakin akan mendapat ruang dan waktu untuk tampil. Seiring dengan itu komunitas ekonomi seperti UMKM dilibatkan sehingga di tiap even tercipta pasar yang menggerakkan ekonomi kota.

Kalender Event Kota Sukabumi (sumber Capt. Monroe).