29/07/2026
IMG-20260729-WA0000(1)
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Klikpos.net – Masuk menjadi salah satu dari 13 sekolah kejuruan yang melaksanakan Program Sekolah Maung di Provinsi Jawa Barat, SMKN 1 Cibinong, Kabupaten Bogor, siap mencetak 704 siswa baru menjadi manusia unggul.

“SMKN 1 Cibinong menerima 32 rombongan belajar (rombel) yang masing-masing terdiri 22 siswa sehingga keseluruhan menerima 704 siswa dalam SPMB tahun ini,” jelas Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah SMKN 1 Cibinong Yadi Rahmat didampingi Humas, Danu, kepada Klikpos.net, di kantornya, Selasa (28/7/2026).

Yadi menambahkan, bila dibanding tahun lalu jumlah siswa tiap rombel menurun dari 36 siswa menjadi 32 dan SMKN 1 Cibinong tahun ini menerima 22 rombel. Keseluruhan jumlah siswa dari kelas 10 sampai dengan kelas 12 sekitar 2.500 orang.

SMKN 1 Cibinong tahun ini masuk menjadi salah satu dari 13 sekolah kejuruan yang melaksanakan Program Sekolah Maung di Provinsi Jawa Barat.

“Berbeda dengan sebelumnya, tahun ini SMKN 1 Cibinong masuk Program Sekolah Manusia Unggul (Maung) sehingga pelaksanaan SPMB hanya ada tiga jalur yakni akademik, non akademik dan prestasi olah raga,” jelasnya.

Saat ini sekolah sudah selesai melaksanakan SPMB dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Lebih lanjut, Humas SMKN 1 Cibinong, Danu, menjelaskan, pada SPMB tahun ini selain dari lingkungan sekolah, siswa diterima juga ada yang berasal dari wilayah Depok dan Citeureup.

Plt Kepala Sekolah SMKN 1 Cibinong Yadi Rahmat dan Humas, Danu, di kantornya, Selasa (38/7/2026) (foto: Riz).

“Karena masuk Program Maung maka dalam SPMB tahun ini tidak diadakan sistem domisili, afirmasi, perpindahan tugas orangtua murid dan lain sebagainya seperti sekolah lainnya,” jelasnya.

Menurut Yadi Rahmat, pihak sekolah tidak membebankan biaya kepada orang tua murid. Misalnya, biaya l pembangunan, biaya praktik belajar, dan biaya baju seragam kepada murid baru.

“Karena untuk pemeliharaan bangunan sekolah sudah ada anggaran dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP). Baju seragam murid sudah ada peraturan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat bahwa, tidak diperbolehkan ada pihak sekolah menjual baju seragam kepada murid,” ujarnya.

Diketahui, Sekolah Maung adalah program pendidikan unggulan di Jawa Barat yang dicetuskan oleh Pemerintah Provinsi untuk mengubah sekolah favorit yang sudah ada menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia berbasis prestasi akademik dan non-akademik.

Kata “Maung” yang dalam Bahasa Sunda berarti “harimau” merupakan singkatan dari Manusia Unggul.

Tujuan dan Konsep Program adalah: pertama, Pusat Talenta yakni, mengembangkan bakat khusus siswa di bidang akademik, olahraga, seni, dan industri kreatif.

Kedua, Karakter Kuat: berlandaskan nilai budaya lokal dan nilai inti Pancawaluya (cageur, bageur, bener, pinter, singer).

Ketiga, Jaminan Swasta Gratis: Siswa di sekitar sekolah yang tidak lolos seleksi tetap dijamin bisa masuk sekolah swasta secara gratis dengan biaya ditanggung oleh pemerintah provinsi.

Program Maung diterapkan pada 28 SMA negeri dan 13 SMK negeri di berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat mulai tahun ajaran 2026-2027.

Seleksi masuk menggunakan jalur prestasi khusus yang menilai bakat dan kemampuan selain nilai rapor. (Rizal)